Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Italia Nilai India Langgar Ketentuan Kekebalan Hukum

Selasa, 19 Maret 2013, 21:09 WIB
Komentar : 0
Bendera Italia

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Negara Italia menuduh India melalui Mahkamah Agung-nya melanggar hukum kekebalan diplomatik internasional, karena mengeluarkan surat perintah yang melarang duta besar Italia meninggalkan India.

Kementerian Luar Negeri Italia dalam pernyataan tertulisnya menyatakan, dubesnya di India, Daniele Mancini telah menjadi korban pelanggaran dari tata hukum diplomasi Konvensi Wina. Pasalnya, para diplomat mempunyai hak keselamatan dan kekebalan di mata hukum di negara lain.

Italia berargumen, peristiwa itu terjadi di kawasan perairan internasional dan India tidak berhak mengganjar angkatan laut negara lain di kawasan tersebut.  Mereka juga berharap ada solusi yang tidak mempertaruhkan hubungan antarnegara.

Ketua Mahkamah Agung India, Altamas Kabir, merespons dengan marah sikap Italia tersebut. Sikap lembaganya, tegas Kabir, bukan sentimen atas nama negara. Pertimbangannya Mancini melakukan sesuatu yang melanggar hukum sebagai seorang individu. "Kita tidak pernah menyangka, pemerintah Italia memperlihatkan sikap seperti itu," papar Kabir.

Mancini sebenarnya juga sempat menyinggung kekebalan hukum atas dirinya saat persidangan. Proses selanjutnya bakal dijadwalkan pada 2 April mendatang. Sebelumnya Mahkamah Agung dalam suratnya bertanggal Kamis 14 Maret juga meminta penjelasan dari dubes Italia tentang pelanggaran janji Italia terhadap hukum laut internasional.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : AP/Reuters
772 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Obama Desak Iran Ambil Langkah Soal Nuklir

Pemenggal Wartawan AS Ditangkap di Pakistan

Rakyat AS Terpecah Soal Invasi Irak