Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Dekatkan Diri ke Asia Pasifik

Selasa, 19 Maret 2013, 18:38 WIB
Komentar : 0
AP/Jim Watson, pool
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin (kiri) saat pertemuan APEC di Rusia, tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat (AS) dan Cina sedang berada dalam satu wadah kepentingan yang sama di Asia Pasifik. Pengaruh keduanya di kawasan membuat Rusia seolah tidak ada tempat, dan tertinggal di wilayah bumi bagian selatan ini.

Tidak ingin teringgal, Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, mulai mengubah arah kebijakan luar negerinya untuk lebih akrab dengan negara-negara di kawasan ini. Perubahan kebijakan itu disetujui saat 15 Februari 2013 di Kremlin, di ibu kota, Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia, mengutus mantan Direktur Departemen Asia, Mikhail Yurievich Galuzin, menjadi Duta Luar Biasa Rusia untuk Indonesia.

Dia juga menjadi Perwakilan Tetap Federasi Rusia di Organisasi Negara Asia Tenggara (ASEAN). Mantan Konselor Rusia di Jepang ini diterima Pemerintah Indonesia, Oktober 2012. Dalam wawancara di Jakarta, Selasa (19/3), Galuzin mengatakan bahwa negara-negara di Asia Pasifik jadi arus utama kemajuan dunia. "Untuk itu kami mengubah banyak kebijakan luar negeri terkait situasi di kawasan ini. Banyak kerja sama strategis yang sudah dan akan terus dilancarkan."

Dia mencontohkan, kerja sama keamanan dan pembangunan antara Rusia dan Indonesia. Kerja sama tersebut semakin meningkat di berbagai bidang. Meski demikian, Rusia tidak mungkin menghalangi hubungan internasional negara-negara lain di kawasan. Langkah baru Rusia di kawasan tidak dalam posisi membendung pengaruh AS dan Cina ataupun negara-negara lain.

"Kami hanya ingin menjalin hubungan baik, termasuk juga dengan AS. Sebenarnya, Rusia lebih awal mendekatkan diri ke Asia Pasifik. Justru Rusia yang membantu negara-negara besar lain, seperti AS untuk mendekatkan diri ke kawasan ini," jelasnya.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Dewi Mardiani
2.442 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Survei Pemilu Venezuela: Maduro Unggul dari Capriles