Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Paus Fransiskus Pilih Pelantikan Sederhana

Selasa, 19 Maret 2013, 09:44 WIB
Komentar : 0
IST
Jorge Mario Bergoglio dari Argentina terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik Roma, Rabu (13/3) waktu setempat. Ia adalah Paus non-Eropa pertama sejak 13 abad lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Fransiskus telah membangkitkan antusiasme dan minat dunia Katolik karena cara pelantikannya yang sederhana. Sebelum ini pelantikan Paus diselenggarakan dengan bergaya monarki era Renaisans. Lengkap sandangan berbagai gelar.

Namun pada enam hari pertama sejak terpilih, Fransiskus mendaulat dirinya hanya sebagai Uskup Roma. Dia pun berencana mengurangi sentralisme Vatikan dan mengelola gereja atas dasar konsultasi dengan para uskup lainnya. Para pengamat Vatikan memperkirakan dia akan mengirim isyarat perubahan lebih jauh dengan menyelenggarakan liturgi lebih sederhana ketimbang yang dilakukan Benediktus yang lebih memilih gaya Barok abad 17.

Acaranya juga dipersingkat menjadi dua jam. Padahal pada 2005 ketika Benediktus memulai tugas kepausan seremoni itu berlangsung selama tiga jam. Fransiskus akan memulai seremoni dengan mengelilingi Lapangan Basilika Santo Petrus untuk menyambut orang yang hadir. Lalu dia akan menerima kunjungan para pemimpin politik di dalam basilika setelah Misa pelantikan.

Juru bicara Vatikan seperti dikutip Reuters mengatakan, Rabu (20/3), Fransiskus akan menerima lebih dari 30 delegasi perwakilan gereja-gereja Kristen dan lintas agama. Termasuk Yahudi, Islam, Budha, dan Sikh. Lalu Jumat (22/3) dia akan menerima para duta besar asing untuk Vatikan. Esoknya dia mengadakan santap siang bersama dengan Benediktus sebelum menggelar selebrasi Minggu Palma esoknya yang merupakan hari pertama dari Pekan Suci menjelang Paskah.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
2.980 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Washington Bantah Rekayasa Ketidakstabilan Venezuela

Maduro: CIA dan Pentagon Ciptakan Ketidakstabilan di Venezuela

Polisi Selidiki Kematian Misterius Ratu Kecantikan Siberia