Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Washington Bantah Rekayasa Ketidakstabilan Venezuela

Selasa, 19 Maret 2013, 09:43 WIB
Komentar : 0
VOA
Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nuland

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pihak Gedung Putih  membantah tuduhan Plt Presiden Venezuela Nicolas Maduro kalau Amerika Serikat telah berupaya menciptakan ketidakstabilan di Venezuela. 

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland pun membantah telah bersekongkol dengan pemimpin oposisi Venezuela Henrique Capriles menjelang pemilihan presiden pada 14 April.

"Biar saya katakan di sini sangat jelas tepat kepada anda. Amerika Serikat tegas menolak tuduhan keterlibatan  dalam persekongkolan apapun untuk mengacaukan Pemerintah Venezuela atau untuk menyakiti siapa pun di Venezuela," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland seperti dikutip CNN.

Pada siaran televisi,  Maduro mengungkapkan, ada satu rekayasa yang dibuat Amerika Serikat untuk menciptakan ketidakstabilan di Venezuela. 

Menurutnya, Pentagon dan CIA telah berkonspirasi untuk memenangkan pihak oposisi pada pemilihan presiden yang bakal dilaksanakan di negara Amerika Selatan ini. "Kami ingin agar Presiden Barack Obama menghentikan kegilaan ini,"ujar Maduro di stasiun televisi setempat VTV, Senin (18/3) waktu setempat.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
755 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Maduro: CIA dan Pentagon Ciptakan Ketidakstabilan di Venezuela

Polisi Selidiki Kematian Misterius Ratu Kecantikan Siberia

AS Bantah Ikut Campur di Venezuela