Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Maduro: CIA dan Pentagon Ciptakan Ketidakstabilan di Venezuela

Selasa, 19 Maret 2013, 09:33 WIB
Komentar : 0
Reuters/Carlos Garcia Rawlins
Venezuela's Vice President Nicolas Maduro delivers the state of nation address to national assembly in Caracas January 15, 2013.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengungkapkan, ada satu rekayasa yang dibuat Amerika Serikat untuk menciptakan ketidakstabilan di Venezuela. 

Menurutnya, Pentagon dan CIA telah berkonspirasi untuk memenangkan pihak oposisi pada pemilihan presiden yang bakal dilaksanakan di negara Amerika Selatan ini.

"Kami ingin agar Presiden Barack Obama menghentikan kegilaan ini,"ujar Maduro di stasiun televisi setempat VTV, Senin (18/3) waktu setempat seperti dilansir oleh CNN.

Beberapa jam sebelum kematian Hugo Chaves, Maduro mengumumkan, kalau angkatan udara AS telah diusir dari Venezuela. Dia pun menuduh adanya peran militer AS untuk mendongkel kekuasaan Chavez. 

Oleh karena itu, Maduro berkeyakinan kalau Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menciptakan disharmoni di Venezuela. "Saya mengatakan kebenaran yang sesungguhnya karena kami punya kesaksian yang langsung dan dari tangan pertama,"jelasnya.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.025 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Polisi Selidiki Kematian Misterius Ratu Kecantikan Siberia

AS Bantah Ikut Campur di Venezuela

Korut: AS Picu Negara-Negara Lain Produksi Senjata Nuklir