Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Bukti Hubungan Obama dan Netanyahu Memburuk (1)

Selasa, 19 Maret 2013, 05:13 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Charles Dharapak
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC---Perselisihan utama pertama antara Presiden Obama dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dimulai di Kairo tahun 2009. Dalam pidatonya kepada dunia Arab, Presiden Obama mengecam kebijakan Israel membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat, di tanah yang diinginkan Palestina sebagai negaranya kelak. “Amerika tidak menerima legitimasi berlanjutnya pembangunan pemukiman Israel,” tegas Obama seperti dilansir situs voaindonesia.

Beberapa hari kemudian, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menanggapi dengan mengatakan Israel perlu membiarkan para pemukim “memiliki kehidupan yang normal” – sebuah eufimisme untuk membangun lebih banyak rumah.

Tahun 2010 Israel menyetujui pembangunan perumahan baru di Jerusalem Timur – yang diklaim Palestina – bersamaan dengan lawatan Wakil Presiden Joe Biden. Atas permintaan Obama, Joe Biden mengutuk langkah itu. Benjamin Netanyahu menolak kutukan itu, ia mengatakan, “Setiap orang tahu bahwa dalam setiap penyelesaian damai, pemukiman ini merupakan bagian dari Israel”.

Ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melawat ke Gedung Putih keesokan harinya, Presiden Obama bersikap dingin padanya. Tidak ada foto resmi tentang pertemuan mereka. Aaron David Miller dari Woodrow Wilson International Center for Scholars mengatakan insiden-insiden ini merupakan tanda memburuknya hubungan.

“Ini merupakan hubungan terburuk seorang presiden Amerika dan seorang perdana menteri Israel dalam sejarah hubungan Amerika-Israel. Hubungan Menachem Begin dan Jimmy Carter pernah tegang, Yitzhak Shamir dan George Bush Sr pernah 41 kali berselisih, tetapi mereka menemukan cara untuk bekerja sama. Obama dan Netanyahu tidak pernah melakukannya.” kata Miller.

Redaktur : Endah Hapsari
17.583 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Janda Ini Dapat Penghargaan dari Pemerintah Mesir