Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PM Cina: Kami Juga Sasaran Utama Peretas

Senin, 18 Maret 2013, 11:23 WIB
Komentar : 0
IST
PM baru Cina, Li Keqiang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Perdana Menteri terpilih Cina, Li Keqiang meminta Amerika Serikat dan negaranya mengakhiri tuduhan tidak berdasar mengenai peretasan sistem komputer kedua negara.

Berbicara dalam pertemuan tahunan parlemen, Li mengatakan serangan cyber merupakan masalah global. Menurut Li, dalam beberapa kesempatan Cina juga menjadi korban dan sasaran utama para peretas.

Pernyataan Li menyusul sejumlah klaim surat kabar AS, termasuk pernyataan Twitter dan Google yang menyebut sistem keamanan mereka telah diserang. Penyerangan diduga berasal dari Beijing.

Bulan lalu, surat kabar Washington Post juga mengaku diserang peretas. Surat kabar New York Times dan Wall Street Journal pun tak luput dari serangan serupa.

Klaim tersebut mengatakan peretas yang didukung otoritas militer Cina menyusup ke dalam sistem komputer surat kabar untuk memata-matai jurnalis yang menulis tentang Cina. Tujuannya mengetahui asal sumber dan informasi.

Firma keamanan cyber Mandiant yang menangani klien, termasuk Washington Post mengklaim mempunyai bukti peretas dari Cina menargetkan 30 wartawan media Barat. Para hacker mencuri email, kontak dan file yang sedang dikerjakan.

Bulan lalu, Twitter mengatakan 250 ribu akunnya telah dibajak. Direktur Keamanan Informasi Twitter Bob Lord mengatakan penyerangan tersebut bukan pekerjaan amatiran.

Direktur Eksekutif Google Eric Schmidt justru lebih berani. Ia menuduh Cina dalang di balik sejumlah peretasan keamanan komputer. Schmidt menyebut hacker Cina paling canggih dan produktif. 

"Saya pikir kita tidak seharusnya membuat tuduhan tanpa dasar satu sama lain dan mulai melakukan tindakan nyata yang berkontribusi pada keamanan cyber," kata Li, seperti disadur dari Guardian, Ahad (17/3).

Bendahara Negara AS Jack Lew akan mengunjungi Cina pekan ini. Isu peretasan ini juga termasuk dalam agendanya.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Karta Raharja Ucu
982 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Enam Pemerkosa Turis Swiss Ditahan

FARC Yakin Pembicaraan Damai Tercapai