Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

FARC Yakin Pembicaraan Damai Tercapai

Senin, 18 Maret 2013, 10:36 WIB
Komentar : 0
ThemTangs
Tentara FARC Kolumbia

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Pemberontak Kolombia FARC, Ahad (17/3), mengatakan ada 'optimistisme sedang' mengenai kemajuan yang dicapai sejauh ini dalam pembicaraan perdamaian mereka dengan pemerintah. Pembicaraan guna mengakhiri konflik beberapa dasawarsa di negeri itu.

"Kami telah mencapai cukup kemajuan. Kami cukup optimistis," kata Ricardo Tellez, wakil Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Tellez juga mengatakan kelompok pemberontak tersebut akan menghadiri Third Rural Reserve Zones Meeting yang akan diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu di Departemen Caqueta di bagian barat-daya Kolombia.

"Tak seorang pun dapat memaksakan ini. Kami akan hadir baik pemerintah suka atau tidak. Ini bukan tantangan. Ini adalah kenyataan sederhana," kata Tellez sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.

Rural Reserve Zones di Kolombia adalah wilayah otonomi di tempat limbah yang surat kepemilikannya dialihkan kepada rakyat yang bekerja di sana.

Daerah itu ditetapkan berdasarkan hukum Kolombia. Tapi dalam 20 tahun, hanya enam kesepakatan yang benar-benar dilaksanakan.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
916 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Aktivis Inggris Ancam Bongkar Nuklir Rahasia Israel

Pemimpin Pemberontak Kongo Lari ke Rwanda