Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Obama Eratkan Kerja Sama dengan Israel

Minggu, 17 Maret 2013, 13:05 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Charles Dharapak
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berharap dapat menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah baru Israel dibawah  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

 

"Presiden mengucapkan selamat kepada rakyat Israel, Perdana Menteri Netanyahu, dan anggota baru koalisi pemerintah perdana menteri terkait keberhasilan pembentukan pemerintah baru Israel," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney, Sabtu (16/3), seperti dikutip AFP.

Jay melanjutkan, Presiden Obama berharap bisa bekerja sama erat dengan perdana menteri dan pemerintah baru untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Dengan tujuan, untuk memajukan kepentingan bersama kita terkait perdamaian dan keamanan.

"Amerika Serikat menempatkan nilai tinggi pada hubungannya yang mendalam dan abadi dengan Israel dan rakyat Israel," demikian pernyataan Gedung Putih.

Netanyahu secara resmi memberitahu Presiden Shimon Peres bahwa ia telah membentuk pemerintah baru setelah 40 hari perundingan yang berliku.

Pengumuman itu dikeluarkan tak lama sebelum batas waktu resmi bagi Netanyahu untuk membentuk pemerintahan atau mengakui kekalahan. Obama dijadwalkan akan mengunjungi Yarusalem dan Tepi Barat pekan ini. 

Dalam kunjungan yang dimulai Selasa (19/3), Obama akan bertemu dengan Netanyahu di Yarusalem serta Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Salam Fayyad di Ramallah. Obama ingin mendengar perspektif mereka tentang penyelesaian konflik yang telah berlangsung beberapa dasawarsa.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
5.727 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...