Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wisatawan Swiss Diperkosa Beramai-ramai di India

Minggu, 17 Maret 2013, 08:00 WIB
Komentar : 0
www.jeruknipis.com
Ilustrasi pemerkosaan

REPUBLIKA.CO.ID, MADHYA PRADESH -- Kasus perkosaan lagi-lagi terjadi di India. Kali ini yang menjadi korban adalah wisatawan perempuan asal Swiss berusia 40 tahun. 

Awalnya perempuan yang tidak disebutkan namanya dengan suaminya itu sedang dalam perjalanan bersepeda dari Kuil Kota Orchha dan akan menuju ke Taj Mahal. Tapi mereka memutuskan untuk bermalam dan mendirikan kamp di hutan di Madhya Pradesh.

Seorang pengawas polisi setempat CS Solanki mengatakan, mereka diserang delapan orang yang menggunakan tongkat, Jumat (15/3). Dia menambahkan, pasangan itu dipukuli dan barang-barang mereka dicuri seperti uang sebanyak 10 ribu rupee (sekira 185 dolar AS) dan sebuah telepon selular.

Tidak cukup sampai disitu, ironisnya perempuan itu diperkosa beramai-ramai. Solanski menambahkan, polisi saat ini menanyai 13 orang sehubungan dengan serangan itu.

Seorang polisi setempat MS Dhodee mengatakan, korban perkosaan kemudian dirawat di rumah sakit di Kota Gwalior, 212 mil (342 kilometer) dari ibu kota negara bagian Bhopal, India. Perempuan malang itu pulang dari rumah sakit keesokan harinya. 

"Kami sangat terkejut oleh kejadian tragis yang dialami oleh seorang warga negara Swiss dan pasangannya di India," ujar pernyataan kementerian luar negeri Swiss di Bern.

Kementerian Swiss berharap para penyerang akan segera diketahui dan diadili untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Kasus perkosaan di India bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya pada Desember 2012 lalu seorang perempuan India diperkosa di bus di New Delhi. Kejadian itu memicu demonstrasi besar-besaran warga India. 

Reporter : Rr. Laeny Sulistyawati
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : AP / AFP
6.439 reads
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pemimpin Lokal Haqqani Ditangkap dalam Operasi di Afghanistan Timur