Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

UE Tolak Cabut Embargo ke Suriah

Sabtu, 16 Maret 2013, 07:42 WIB
Komentar : 0
Michael Sohn/AP
Angela Merkel

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pada Jumat (15/3), menolak upaya Prancis-Inggris untuk membuat UE mencabut embargo senjata agar mereka bisa mengalirkan persenjataan bagi para pemberontak Suriah.

UE menganggap pencabutan embargo bisa menyulut perlombaan senjata serta memperburuk kondisi yang tidak stabil di Suriah. Prancis dan Inggris mendapat sedikit dukungan atas proposal yang mereka ajukan pada pertemuan tingkat tinggi di Brussel, kata para diplomat. Para menteri luar negeri UE akan mempertimbangkan kembali masalah itu pekan depan.

Presiden Prancis, Francois Hollande, yang didukung oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron, menekankan pentingnya embargo dicabut, dengan mengatakan bahwa Eropa bisa dianggap membiarkan rakyat Suriah dibantai. Negara-negara Barat sebagian besar mengikuti konflik di Suriah yang telah berlangsung dua tahun ini.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang merupakan penentang utama dalam hal pencabutan embargo senjata, mengatakan ada bahaya yang mengancam bahwa sekutu Assad, yaitu Rusia dan Iran, mungkin meningkatkan aliran persediaan persenjataan bagi pemerintah Suriah. Hal itu, kata dia seperti dilansir dari AFP, Sabtu (16/), bisa terjadi jika UE mencabut embargo.

Hanya karena Inggris dan Prancis saat ini menginginkan larangan itu dicabut, tidak berarti 25 negara anggota UE lainnya harus mengikuti keinginan itu, kata Merkel dalam jumpa pers di Brussels.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
1.514 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Harga Minyak Naik Jelang Perjalanan Obama ke Timteng

Saudi Sewa Militer Yordania, Ada Apa?