Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PBB: AS Langgar Kedaulatan Pakistan

Sabtu, 16 Maret 2013, 05:16 WIB
Komentar : 0
UN.ORG
Markas PBB di New York (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD---Serangan-serangan pesawat tak berawak AS terhadap Taliban dan Alqaidah melanggar kedaulatan Pakistan karena pemerintah negara tersebut secara terang-terangan tidak merestui operasi itu, kata seorang utusan PBB.

Pakistan berulang kali mengecam serangan-serangan pesawat tak berawak AS dan menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang mengobarkan sentimen anti-Amerika meski telegram diplomatik yang bocor menunjukkan bahwa sejumlah pemimpin negara tersebut secara diam-diam menyetujui operasi AS itu.

Pelapor khusus PBB mengenai pemberantasan terorisme dan hak asasi manusia, Ben Emmerson, mengunjungi Islamabad pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan atas jatuhnya korban-korban sipil dalam serangan pesawat tak berawak di Pakistan.

"Posisi pemerintah Pakistan sangat jelas. Mereka tidak menyetujui penggunaan pesawat tak berawak oleh AS di wilayah mereka dan menganggap hal ini sebagai pelanggaran kedaulatan Pakistan," kata Emmerson.

"Penggunaan kekuatan di wilayah sebuah negara tanpa persetujuan negara itu merupakan pelanggaran dan karenanya itu melanggar kedaulatan Pakistan," tambahnya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah kunjungan itu.

Emmerson, seorang pengacara Inggris, mengatakan pada Januari, perluasan operasi pesawat tak berawak dan penggunaannya yang meningkat memerlukan kerangka hukum baru. Ia masih menyelidiki apakah serangan pesawat tak berawak telah menimbulkan korban-korban sipil.

Menurut Biro Jurnalisme Investigatif Inggris, serangan-serangan pesawat tak berawak CIA di Pakistan menewaskan 3.577 orang sejak 2004, dan 884 orang dari mereka adalah warga sipil, termasuk 197 anak.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
2.464 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Rakyat Inggris Anggap Serangan ke Irak, Kesalahan Fatal