Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bahaya Menyetir Sambil SMS Sama dengan Mabuk

Jumat, 15 Maret 2013, 21:20 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Menyetir sambil SMS berisiko

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menyetir kendaraan sambil menulis pesan di telepon genggam memang berisiko. Ilmuwan membuktikan bahaya menyetir kendaraan sambil SMS-an ternyata sama bahayanya dengan menyetir dalam kondisi mabuk. 

Dilansir BBC, studi tersebut diterbitkan dalam jurnal pencegahan korban kecelakaan. Studi juga membuktikan percakapan intens di telepon meski menggunakan perangkat 'hands-free' tetap berbahaya. Namun, percakapan sederhana tidak cukup berbahaya seperti risiko jika menyetir dalam kondisi mabuk.

"Hasil studi ini menyarankan penggunakan perangkat hands-free juga beresiko ketika berkendara," ujar kepala peneliti, Sumie Leung Shuk Man.

Dalam studi tersebut, ilmuwan membandingkan pengaruh penggunaan telpon genggam (HP) dengan pengaruh alkohol ketika menyetir. Tes dilakukan di Austalia dengan melibatkan 12 mahasiswa yang memiliki surat izin mengemudi. Mereka melakukan tes menyetir di dua hari terpisah.

Ilmuwan mengukur kecepatan, reaksi, perubahan kecepatan, dan perubahan jalur. Mereka menggunakan simulator menyetir kendaraan.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Djibril Muhammad
3.591 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...