Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bantu Iran, Aset Pebisnis Yunani Dibekukan AS

Jumat, 15 Maret 2013, 14:15 WIB
Komentar : 0
presstv
Ekspor Minyak Iran

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sanksi buat pihak-pihak yang berkongsi dengan Iran sungguh ditegakkan. Pemerintah AS memberi sanksi bagi seorang pebisnis Yunani, Dimitris Cambis, yang secara sembunyi-sembunyi menyediakan jasa pengiriman barang via kapal.

“Hari ini kita berhasil menguak intrik Iran untuk mengelabui sanksi perdagangan minyak internasional,” cetus Kepala Bidang Data Terorisme dan Intelijen Keuangan, David Cohen, pada Reuters, Kamis (14/3).

Cambis ketahuan membeli delapan kapal tanker tahun lalu. Sebelumnya, warga negara AS ini pernah diwawancarai Reuters bulan lalu dan menyangkal pembelian kapalnya digunakan perusahaan minyak Iran, National Iranian Tanker Company. Menurut dia, Iran biasanya mendistribusikan minyaknya dengan kapal tanker tua menuju Cina.
 
Setelah berhasil membuktikan keterlibatan Cambis, Pemerintah AS bakal membekukan seluruh aset sang pengusaha dan memprosesnya dengan prosedur hukum. Pihak Yunani juga melakukan investigasi berbekal data kementerian perkapalannya. Namun, mereka mengaku sama sekali tak menemukan kapal berbendera Yunani ataupun perusahaan perkapalan yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kita akan terus menerus mengekspos praktik nakal Pemerintah Iran dan tegas menjatuhkan sanksi pada setiap pihak yang terbukti terlibat dalam skema perdagangan mereka,” kata Cohen menegaskan.

Sanksi AS berpengaruh terhadap ekspor minyak Iran pada 2012 yang terakumulasi lebih dari 1 juta barel per hari. Jaringan yang diincar AS setidaknya bernilai lebih dari 200 juta dolar AS di setiap kapal tanker. "Operasi yang dijalankan komplotan ini memakai sistem transfer minyak antarkapal. Kemudian, menjualnya ke pasar dunia bukan atas nama Iran,” kata Cohen.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Reuters
3.770 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...