Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Suriah Kecam Rencana Inggris-Prancis Persenjatai Gerilyawan

Jumat, 15 Maret 2013, 09:00 WIB
Komentar : 0
Reuters
Satu anggota pemberontak Suriah di Kota Aleppo

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Pemerintah Suriah telah mengecam pembicaraan baru Inggris dan Prancis yang bertujuan mempersenjatai gerilyawan. Suriah menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip hukum internasional.

Sementara, Rusia memperingatkan tindakan semacam itu menimbulkan kekhawatiran mengenai kelompok gerilyawan fanatik.

Di dalam pernyataan singkat yang disiarkan pada Kamis (14/3), media resmi Suriah mengatakan pernyataan Inggris dan Prancis untuk mempersenjatai gerilyawan telah masuk dalam kerangka keterlibatan terang-terangan negara Eropa, Turki dan Teluk dalam krisis Suriah.

Mereka secara terbuka berbicara mengenai pengiriman uang dan senjata buat kelompok teror yang melakukan penculikan dan pembunuhan serta mengincar prasarana Suriah.

Pernyataan Suriah itu dikeluarkan saat Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, mengatakan Paris dan London akan mempersenjatai oposisi Suriah sekalipun Uni Eropa menolak memberinya persetujuan. Dalam satu wawancara dengan radio lokal France Info, Fabius mengatakan kedua negara tersebut akan menyeru mitra Eropa mereka agar mempercepat pencabutan embargo senjata atas Suriah.

Embargo senjata adalah bagian dari paket sanksi Uni Eropa terhadap Suriah. Organsasi regional tersebut dijadwalkan mengkaji embargo itu pada penghujung Mei.

''Masalah persenjataan telah menimbulkan kekhawatiran dan keraguan dari penganjur hak asasi manusia serta negara lain internasional seperti Rusia,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Kementerian Luar Negeri di Moskow menanggapi usul Inggris dan Prancis tersebut dengan pernyataan pelaku teror akan menjadi penerima akhir pengiriman senjata yang dimaksudkan buat oposisi Suriah.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
748 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Obama: AS Berkeras Cegah Senjata Nuklir Iran

FARC Dituding Ledakan Kereta Batu Bara

Pos Militer Diserang 'Dozo', Tujuh Orang Tewas