Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Paus dari Amerika Latin Dipilih Karena Chavez?

Kamis, 14 Maret 2013, 08:35 WIB
Komentar : 0
Reuters
Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Ada-ada saja pernyataan yang dilontarkan Presiden Sementara Venezuela, Nicolas Maduro dalam menanggapi pemilihan Paus.

Dia mengatakan mantan presiden, Hugo Chavez mungkin ikut terlibat dalam keputusan Tuhan dalam memilih Paus dari Amerika Latin. "Kita tahu bahwa komandan kami naik ke ketinggian dan bertemu dengan Tuhan," ujar Maduro dalam sebuah pameran buku di Caracas.

Menurutnya, sesuatu telah mempengaruhi pemilihan Paus. "Seseorang baru tiba di sisi Tuhan dan berkata padanya. Yah, tampaknya waktu Amerika Selatan telah datang, " ungkapnya lagi, seperti dikutip dari Reuters.

Jorge Mario Bergoglio dari Argentina terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik Roma pada Rabu (13/3) waktu setempat. Dia adalah Paus non-Eropa pertama sejak 13 abad lalu. 

"Dia (Chavez) juga bisa menghubungi majelis konstitusi di surga setiap saat untuk mengubah gereja di bumi sehingga orang-orang suci dapat memerintah dunia," ujar Maduro.

Chavez yang meninggal pekan lalu dihormati dengan semangat religius banyak warga Venezuela miskin. Maduro, pengganti Chavez berharap mendapatkan keuntungan dari kalangan pendukung tersebut dan memenangkan pemilihan presiden 14 April mendatang.

Meski dipengaruhi pemikiran revolusioner, Chavez mengaku dirinya sebagai pemeluk Katolik yang taat. Di suatu misa, Chavez menangis di depan umum dan memohon kepada Tuhan untuk memperpanjang hidupnya.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Djibril Muhammad
2.603 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Maduro: Jasad Chavez Sulit untuk Diawetkan

Lima Tewas dalam Serangan di Markas Polisi India