Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Maduro: Jasad Chavez Sulit untuk Diawetkan

Kamis, 14 Maret 2013, 08:13 WIB
Komentar : 0
AP/Roberto Candia
Hugo Chavez (kiri) bersama Fidel Castro.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden sementara Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan sangat tidak mungkin tubuh Hugo Chavez, mantan Presiden Venezuela dibalsem untuk dijadikan mumi.

Padahal sebelumnya Maduro telah menyarankan agar jasad Chavez diawetkan dan ditampilkan seperti Lenin, Ho Chi Minh, dan Mao Zedong.

Maduro mengatakan para ahli mumi dari Rusia berpikir bahwa pengawetan Chavez dengan cara dibalsem sulit dilakukan. Alasannya karena jasad Chavez tidak dipersiapkan sejak awal untuk diawetkan.

Sementara itu, pemerintah setempat memperpanjang masa berkabung resmi pasca kematian Chavez hingga Jumat. Padahal, setelah kematian presiden pada tanggal 5 Maret lalu, pemerintah telah menyatakan tujuh hari berkabung resmi. PBB bahkan memberikan waktu untuk mengheningkan cipta bagi Chavez pada hari Rabu.

Maduro, yang akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu 14 April ini, mengomentari pembalseman Chavez dalam pidatonya.

"Ilmuwan Rusia dan Jerman telah tiba untuk membalsem Chavez dan mereka memberitahu kami itu sangat sulit, karena proses harus dimulai lebih awal dan sekarang itu tidak mungkin. Kita sedang dalam proses itu, dan ini sulit," ujar dia seperti dikutip oleh BBC.


Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Heri Ruslan
3.087 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Lima Tewas dalam Serangan di Markas Polisi India