Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Lima Tewas dalam Serangan di Markas Polisi India

Kamis, 14 Maret 2013, 07:51 WIB
Komentar : 0
Reuters
Militer India berjaga setelah penembakan di Srinagar

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR -- Dua gerilyawan menyembunyikan senapan otomatis dan granat dalam tas kriket. Mereka lalu menembaki sebuah tenda militer di sisi India Kashmir, Rabu (13/3).

Peristiwa itu menewaskan lima militer India dan lima orang lainnya luka-luka. Para militan tewas dalam baku tembak di Pusat Pasukan Polisi Cadangan (Central Reserve Police Force) di luar kota Srinagar.

Media setempat melaporkan, Hizbul Mujahidin, kelompok militan terbesar di wilayah sengketa, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang ikut melukai tiga warga sipil itu.

Polisi mengatakan bahwa pria bersenjata itu mendekati markas dengan berbaur bersama anak-anak yang sedang bermain kriket di lapangan. Mereka menyembunyikan senjata di dalam tas kriket yang mereka bawa. 

Setelah di dalam markas, ​​mereka menembak mati seorang penjaga, dan kemudian menembak tanpa pandang bulu ke militer.

"Sebuah divisi dari CRPF itu ditempatkan di sebuah kamp di sini dan anak-anak sedang bermain kriket di lapangan ketika dua gerilyawan menembakkan granat dan menyerang divisi kami," kata Abdul Gani Mir, Inspektur Jenderal Polisi, seperti yang dikutip Reuters.

"Kami telah kehilangan lima personil CRPF kami yang ditembak mati dua militan," tambahnya.

Reporter : Halimatus Sa'diyah
Redaktur : Mansyur Faqih
970 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda