Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Patuh pada AS, Uni Eropa Rugi Besar

Kamis, 14 Maret 2013, 05:15 WIB
Komentar : 0
UWORKERS
Bendera negara anggota Uni Eropa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anggota parlemen Republik Islam Iran mengatakan, ketaatan buta Uni Eropa kepada kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap Tehran akan merugikan blok tersebut dalam jangka panjang.

"Uni Eropa terus bersikeras untuk mengikuti kebijakan yang didiktekan Gedung Putih meskipun kerugian terus berlanjut sebagai dampak dari pemaksaan sanksi terhadap negara-negara independen," kata Mehdi Davatgari.

Ia menambahkan, penerapan embargo terhadap negara-negara independen hanya akan merusak reputasi Uni Eropa tanpa menghambat kemajuan negara-negara itu seperti dilansir kantor berita Irna.

Menurut Davatgari, dengan memberlakukan embargo baru terhadap Iran, Uni Eropa sedang mencoba untuk "meletakkan tutup" atas kerugian besar yang telah terjadi sebagai akibat dari penerapan sanksi terhadap negara independen.

"Opini publik Eropa menentang ketaatan Eropa terhadap kebijakan sepihak Amerika Serikat. Oleh karena itu, Uni Eropa sedang mencoba untuk tampil benar sendiri dalam rangka menghindari kecaman, " ujar dia.

Redaktur : Endah Hapsari
12.697 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Siapakah Bergoglio, Si Paus Baru?