Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PBB: Iran Makin Kejam

Rabu, 13 Maret 2013, 05:33 WIB
Komentar : 1
UN.ORG
Markas PBB di New York (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA---Penyidik khusus PBB ​​Ahmed Shaheed mengatakan ia telah menerima banyak tuduhan perlakuan kejam di Iran. Ia mengatakan prihatin dengan tingginya tingkat eksekusi atas pelanggaran, kebanyakan pelanggaran narkoba yang tidak memenuhi standar internasional sebagai "kejahatan paling serius."

Shaheed mengatakan kira-kira 500 eksekusi terjadi di Iran tahun lalu, termasuk kira-kira200 eksekusi rahasia yang diakui oleh anggota keluarga, petugas penjara atau anggota majelis hakim.

“Laporan terbaru kami juga menyajikan apa yang tampaknya menjadi bukti forensik yang tidak terbantahkan bahwa penyiksaan telah terjadi di Iran secara luas dan sistemik, dan metode yang dipakai terhadap korban sangat sistematis, karena metode yang sama muncul dalam berbagai kesaksian yang disampaikan oleh berbagai individu dari kota-kota di seluruh negeri,” kata Shaheed seperti dilansir situs voaindonesia.

Shaheed mengatakan pemerintah Iran terus menekan kelompok agama minoritas. Ia mengatakan 110 penganut Baha'i kini ditahan karena menjalankan ibadah mereka dan sedikitnya 13 penganut Kristen juga ditahan.

Delegasi Iran dalam Dewan HAM, Ali Ardashir Larijani, mengecam laporan temuan Shaheed. Larijani menyebut laporan itu sebagai kumpulan tuduhan yang tidak berdasar.

“Laporan ini, merupakan produk dari upaya tidak sehat, tidak obyektif dan kontra-produktif yang diprakarsai oleh Amerika dan sekutu-sekutu Eropanya. Karenanya, kami tidak pernah berharap akan menerima laporan yang seimbang dan tidak memihak dari negara-negara yang memiliki kebijakan bermusuhan ini,” kata Ardashir Larijani.

Redaktur : Endah Hapsari
21.222 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  deen Rabu, 13 Maret 2013, 08:46
memang susah kalo sudah jadi BEO! Mulutnya hanya mengucapkan apa yang diucapkan tuannya! Pelanggaran HAM oleh Zionis Israel gak berani dia komentari. Takut ditembak Mossad, ya!?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Obama Datang, Pemuda Palestina Siap Berdemo

Iran: Zona Udara Kami Kebal Invasi Pesawat Asing