Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kardinal Austria Dilarang Ibunya Jadi Paus

Selasa, 12 Maret 2013, 23:58 WIB
Komentar : 0
guardian.co.uk
Majelis Kardinal Katolik (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Kardinal Austria Christoph Schoenborn adalah salah satu pemilik hak suara dalam pemilihan konklaf. Nama dia juga menjadi salah satu kandidat kuat menggantikan Paus Benediktus XVI.

Sayangnya, ibu kandung dari pemimpin gereja di Austria ini melarang putranya menerima mahkota Vatikan tersebut. ''Aku takut kalau anakku yang terpilih,'' kata Eleonore Schoenborn kepada surat kabar Kleine Zeitung seperti dilansir Reuters, Selasa (12/3).

Eleonore mengungkapkan ketakutannya itu bukan tanpa sebab. Salah satu yang membuat perempuan 92 tahun ini takut adalah dinamika politik di pucuk pimpinan tertinggi umat Katolik tersebut. 

Menurutnya, putranya tak akan sanggup dengan intrik-intrik tingkat tinggi. ''Dia tidak perlu ke Vatikan. Intrik-intrik di Wina sudah membuat dia capek,'' ujar Eleonore. 

Selain itu, kecintaannya pada putra 68 tahun itu membuat dirinya takut terlupakan. Maklum Eleonore merasakan dirinya sudah mengalami usia lanjut.

Eleonore mengkhawatirkan jika putranya terpilih, kepemimpinan di Vatikan akan menjauhkan jarak antaranggota keluarga. Selama ini Eleonore tinggal di Provinsi Vorarlberg. Putranya hanya punya waktu mengunjungi wanita sepuh ini sepekan sekali. 

''Ini akan berakhir bagi saya (jika menjadi Paus). Aku tidak akan menjumpainya lagi,'' kata Eleonore.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Citra Listya Rini
7.360 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Jelang ke Timteng, Obama Bertemu Pemimpin Arab Amerika