Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Korsel Tolak Keputusan Korut Cabut Perjanjian Gencatan Senjata

Selasa, 12 Maret 2013, 21:44 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Gambar saat Korut meluncurkan roket dan satelit pada Desember lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan pada Selasa menolak mengakui tindakan Korea Utara membatalkan secara sepihak gencatan senjata Perang Korea 1950-1953 dan mendesak Pyongyang menghentikan ancaman perangnya.

Korut pada pekan lalu mengumumkan niat membatalkan gencatan senjata 60 tahun dan perjanjian perdamaian dwipihak lain, yang ditandatangani dengan Seoul, jika Korsel dan Amerika Serikat tetap melakukan pelatihan militer gabungan mereka. Pelatihan gabungan itu dimulai Senin (11/3).

"Pembatalan sepihak atau penghentian perjanjian gencatan senjata tidak diizinkan berdasarkan peraturan atau hukum internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cho Tai-Young kepada wartawan.

Mengabaikan gencatan senjata secara teori akan membuka jalan bagi dimulainya kembali permusuhan karena kedua Korea tidak pernah menandatangani satu perjanjian perdamaian resmi setelah Perang Korea tahun 1950-1053 berakhir dan kedua negara secara teknis masih dalam perang.

Cho menegaskan perjanjian gencatan senjata tetap berlaku secara sah dan Korsel bekerja sama dengan Cina dan Amerika Serikat akan berusaha keras mencegah tindakan.

"Kami meminta Korut mencabut pernyataan yang mengancam stabilitas dan perdamaian di semenanjung Korea dan di kawasan itu," kata Cho menambahkan. Korut mengumumkan gencatan senjata tidak berlaku hampir 12 kali dalam 20 tahun belakangan ini.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara/ AFP
1.457 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Iran Blokir Jejaring Yahoo dan Gmail