Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pilih Paus, Kardinal Mulai Berkumpul di Roma

Selasa, 12 Maret 2013, 11:37 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Paus Benediktus XVI

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Para Kardinal mulai berkumpul di Roma untuk memilih paus baru. Pemilihan akan mulai dilakukan Selasa (12/3) ini.

Sebanyak 115 kardinal yang memiliki hak suara akan menemui masyarakat pada pagi hari sebelum memulai proses pemilihan di Kapel Sistine. Mereka akan memilih pada siang hari. Para kardinal akan mengikuti jajak pendapat empat kali per hari hingga dua pertiga dari mereka menyepakati seorang kandidat.

Pemilihan tersebut dilakukan setelah Paus Benediktus XVI mengundurkan diri. Tantangan bagi pemimpin gereja selanjutnya mulai dari skandal pelecehan seksual hingga korupsi di bank Vatikan.

Pemilihan Paus akan dilakukan secara tertutup. Mgr Guido Marini akan memimpin pemilihan tersebut. Mantan Paus, Joseph Ratzinger sebelumnya dipilih setelah hanya empat pemungutan suara. Pemungutan suara untuk penggantinya diperkirakan akan lebih panjang.

BBC
melaporkan, setelah para kardinal masuk dalam Kapel Sistine, mereka akan mendengarkan ceramah dari Kardinal Prosper Grech sebelum melakukan pemilihan suara pertama. Setelah memilih, kertas suara mereka akan dibakar. Asap hitam yang keluar dari cerobong kapel menandakan tidak ada paus yang terpilih.

Pada Rabu, dua pemilihan akan dilakukan pagi dan sore. Kertas suara akan dibakar dalam setiap sesi pemilihan hingga ditemukan satu kandidat mendapat suara mayoritas atau 77 suara. Kemudian asap akan menjadi putih yang artinya  uskup ke-226 Roma telah terpilih.

Sebanyak 90 staf akan melayani para kardinal mulai dari pembersih, sopir, hingga staf medis. Mereka sebelumnya mengambil sumpah untuk merahasiakan proses pemilihan.


Reporter : Nur Aini
Redaktur : Hazliansyah
1.719 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ulama Libya Tolak Dokumen PBB Tentang Perempuan