Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

AS Usir 2 Diplomat Venezuela

Selasa, 12 Maret 2013, 02:08 WIB
Komentar : 0
Reuters
Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) mengusir dua diplomat Venezuela. Tindakan itu sebagai langkah pembalasan setelah Caracas memerintahkan dua perwira Angkatan Udara AS meninggalkan negara itu, kata seorang pejabat AS kepada AFP, Senin (11/3).

Sekretaris Dua Orlando Jose Montanes dan pejabat konsuler Victor Tamacaro dinyatakan sebagai "persona nongrata" oleh AS pada Sabtu (9/3) dan meninggalkan negara itu pada Ahad (10/3), kata pejabat kementerian luar negeri yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Seorang juru bicara yang dihubungi AFP tidak memberikan penjelasan mengenai pengusiran kedua diplomat tersebut dan hanya mengatakan, konvensi Wina mengizinkan siapa pun ditetapkan sebagai "persona nongrata."

Pengusiran itu dilakukan hanya 24 jam setelah pemakaman almarhum Presiden Hugo Chavez, yang meninggal pekan lalu akibat kanker, dan perkembangan terakhir itu memperburuk hubungan yang sudah tegang antara kedua negara tersebut.

AS dan Venezuela sama-sama tidak memiliki duta besar sejak 2010 dan hubungan diplomatik antara mereka belum normal meski telah dilakukan sejumlah kontak langsung antara pemerintah.

Venezuela akan mengadakan pemilihan presiden pada 14 April dan calon yang diunggulkan menang adalah Nicolas Maduro, pengganti pilihan Chavez yang baru saja dilantik sebagai presiden sementara. Adalah Maduro yang pekan lalu mengumumkan pengusiran kedua atase militer AS itu, sesaat sebelum ia mengungkapkan kematian Chavez.

Maduro menuduh orang-orang Amerika berusaha menggoyahkan negaranya dan AS berada di balik penyakit kanker yang menewaskan Chavez. Kementerian Luar Negeri AS menyebut tuduhan itu sebagai hal yang konyol.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.757 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...