Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iran-Pakistan Resmikan Jaringan Pipa Gas

Selasa, 12 Maret 2013, 05:06 WIB
Komentar : 0
jafrianews.com
Proyek Pipa Gas Iran-Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, CHABAHAR -- Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dan rekan sejawatnya dari Pakistan, Asif Ali Zardari, pada Senin (11/3) meresmikan konstruksi bagian dari pipa gas yang telah lama ditunda dan bernilai 7,5 miliar dolar AS, menghubungkan dua negara tetangga itu, kata media Iran.

Proyek tersebut diluncurkan pada satu upacara yang dihadiri kedua presiden itu di perbatasan Iran-Pakistan, kata laporan tersebut yang dilansir AFP. Kedua presiden membuka plakat proyek itu. Bagian dari proyek jaringan pipa gas yang diresmikan itu sepanjang 780 kilometer berada di sisi Pakistan, diperkirakan bernilai 1,5 miliar dolar AS.

"Penyelesaian jaringan pipa ini demi perdamaian, keamanan dan kemajuan dua negara, juga akan mengonsolidasi hubungan ekonomi, politik dan ekonomi kedua bangsa," kata mereka dalam satu pernyataan. Walaupun jaringan pipa di sisi Iran hampir rampung, Pakistan menemui kesulitan dalam pembiayaan proyek itu dan ancaman kemungkinan dikenai sanksi oleh AS karena aktivitas-aktivitas nuklir Iran.

Iran akhirnya sepakat untuk mendanai sepertiga dari nilai investasi jaringan pipa yang terbentang di wilayah Pakistan, yang akan dikerjakan oleh perusahaan Iran. Pakistan menyatakan pihaknya merencanakan untuk membangkitkan 20 persen kelistrikannya dengan menggunakan gas dari Iran.

Iran telah menjanjikan 500 juta dolar AS untuk membantu Pakistan dalam pembangunan jaringan pipa di wilayah negara tetangganya tetapi belum jelas darimana Islamabad yang ekonominya lemah akan menemukan sisa 1 miliar dolar yang dibutuhkannya untuk merampungkan pekerjaan.

Iran memiliki cadangan gas terbesar kedua di dunia tetapi terkena embargo minyak oleh Barat sehingga ekspor minyak mentahnya tak maksimal tahun lalu. Iran saat ini memproduksi gas sekitar 600 juta kubik meter per hari. Hampir semuanya dikonsumsi untuk kebutuhan domestik karena sanksi Barat. Satu-satunya klien asingnya adalah Turki.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
4.341 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...