Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jepang Peringati Dua Tahun Tsunami

Senin, 11 Maret 2013, 13:11 WIB
Komentar : 0
Tsunami Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Layanan publik di Jepang diliburkan Senin (1/3) untuk memperingati gempa bumi hebat dan tsunami yang mengguncang negara tersebut dua tahun lalu. Upacara digelar di tiga perfektur yang mendapat dampak terburuk tsunami.

BBC melaporkan lebih dari 18 ribu tewas dalam bencana tersebut. Tsunami juga membuat pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang berada dalam kondisi krisis. Sejak itu, sebagian besar reaktor nuklir Jepang dinonaktifkan.

Pada Ahad (10/3) kemarin, ribuan orang berkumpul di Tokyo untuk mendesak penghentian tenaga nuklir. Sebanyak 50 reaktor nuklir Jepang dimatikan setelah gempa bumi dan hanya dua yang kemudian dihidupkan kembali.

Meski demikian, Perdana Menteri Jepang, Snzho Abe mengindikasikan dia ingin menghidupkan kembali reaktor setelah pengecekan keselematan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin mendesak.

Sebanyak 160 ribu orang dievakuasi dari lokasi pembangkit tenaga nuklir. Tiga reaktor rusak setelah tsunami mengganggu sistem pendinginan.

Puluhan ribu orang dievakuasi dari wilayah utara. Pemerintah menghabiskan miliaran dolar AS untuk rekonstruksi namun dikritik karena progresnya lama.

Berdasarkan sumber resmi, 15.881 orang tewas dalam bencana tersebut dan 2.668 lainnya belum ditemukan.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Djibril Muhammad
859 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda