Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perbatasan Dua Korea, Satu Tempat Paling Menegangkan se-Dunia

Minggu, 10 Maret 2013, 14:16 WIB
Komentar : 0
WIKIMEDIA COMMONS
Menara Pengawas di zona demiliterisasi Korea

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Garis Demarkasi Utara dan Selatan Korea adalah salah satu perbatasan paling memicu keringat dingin di Bumi. Meski Perang Korea secara teknis berakhir, Korea Selatan, Korea Utara dan AS masih dalam atmosfer perang.

Saat ini situasi yang terjadi, menurut Business Insider, Sabtu (9/3) kedua pihak terus menjaga perbatasan lewat menara pengawas. Ribuan tentara juga saling berhadapan satu sama lain menunggu perintah 'maju' untuk invasi.

Zona penyangga tersebut diciptakan pada saat gencatan senjata tahun 1953, antara Utara dan Selatan. Hingga kini kawasan itu disebut zona demiliterisasi (DMZ), namun dijumpai kehadiran militer dalam jumlah besar di sana,

Batas itu dipenuhi dengan pagar, ranjau dan tentara di kedua sisi yang sepertinya sama-sama gatal untuk menarik pelatuk.

Jejak Perang Dingin terlihat di sini dan dulu berlangsung panas. Lebih dari 300 Tentara AS dan Korea Utara dan hampir 400 netera Korea Utara terbunuh dalam pertempuran pada 1969. Itu belum termasuk beberapa insiden penyusupan dari Korea Utara yang hanya bisa ditakuti oleh suara tembakan peringatan.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
5.905 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pulau 'Bom Racun' di Tengah Surga Wisata Maldives