Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wow, Puteri Kecantikan Berani Kritik Presiden Rusia

Sabtu, 09 Maret 2013, 21:53 WIB
Komentar : 0
AP/Misha Japaridze
Russian President Vladimir Putin (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID,  MOSKOW -- Putri Kecantikan Rusia Elmira Abdrazakova Sabtu melakukan tindakan tidak biasa dengan melancarkan kritik terhadap Presiden Vladimir Putin yang memenjarakan dua anggota grup musik wanita beraliran punk Pussy Riot setelah menyanyikan lagu protes di gereja.

Abdrazakova, remaja usia 18 tahun dari etnis Tatar yang diprotes kaum nasionalis di beberapa situs terkemuka, mengatakan dia tidak pernah berpikir bagaimana anggota band musik dapat dipenjara karena penampilan mereka.

"Saya pulang sekolah pada Minggu dan bagi saya gereja itu sakral. Dan pemerintah melakukan tindakan penangkapan yang tidak dapat diterima," kata dia kepada stasiun radio Russian News Service. "Akan tetapi hukumannya terlalu berat. Mungkin mereka (pemerintah) perlu belajar lebih dalam mengenai pandangan kehidupan."

Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina didakwa dua tahun penjara setelah pengadilan menyatakan dua remaja itu bersalah atas tindakan holiganisme berlatar belakang kebencian agama.

Saat itu Pussy Riot mentas pada Februari 2012 di Kathedral Moskow, tempat ibadah yang memberi dukungan kepada Putin pada pemilihan mendatang.

Langkah Putin memicu reaksi dunia internasional yang melambangkan kemunduran hak politik selama 13 tahun terakhir.

Protes juga dilancarkan oleh musisi seperti Madonna dan Sting sementara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menyatakan kekecewaannya atas insiden itu.

Hubungan Putin dengan gereja semakin menonjol terlebih setelah dia melakukan penjeblosan penjara kepada dua anggota band punk tersebut.

Abdrazakova menilai pemenjaraan personel Pussy Riot sangat langka terjadi karena terdapat banyak pengkritik pemerintah Rusia lainnya yang justru secara terang-terangan lebih berani daripada grup musik beraliran punk itu.

Meski begitu Rusia beberapa kali memenjarakan pihak oposisi, salah satunya penjeblosan pemimpin oposisi dan mantan pengusaha minyak Mikhail Khodorkovsky.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
2.661 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...