Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Penyandera Janji Tak Sakiti Tentara Perdamaian PBB

Kamis, 07 Maret 2013, 21:59 WIB
Komentar : 0
Reuters/Avihu Shapira
Tank-tank Israel dalam posisi menghadap sebuah desa Suriah dari Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel, Senin (12/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Sekelompok penyandera 21 tentara penjaga perdamaian PBB di dekat Dataran Tinggi Golan di Suriah selatan menyatakan takkan menyakiti mereka. Meski berjanji demikian, mereka bersikeras pasukan pemerintah harus mundur dari daerah itu sebelum para tentara itu dibebaskan

Rami Abdelrahman dari Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah mengutip keterangan juru bicara brigade pemberontak Pahlawan Yarmuk, Kamis (7/3), yang menyatakan iringan pasukan penjaga perdamaian itu ditahan sebagai "tamu" di desa Jamla, sekitar satu kilometer dari garis gencatan senjata dengan wilayah pendudukan Israel Dataran Tinggi Golan.

"Ia menyatakan mereka tidak akan disakiti, tapi pemberontak itu ingin tentara dan tank Suriah ditarik dari daerah tersebut," kata Abdelrahman sesudah berbicara dengan juru bicara pemberontak itu pada Kamis pagi, seperti dilansir Reuters.

Filipina pada Kamis mengutuk keras penyanderaan 21 penjaga perdamaian PBB asal Filipina oleh oposisi Suriah di daerah gencatan senjata dataran tinggi Golan dan menuntut pembebasan segera mereka. Prajurit itu, bagian dari satuan 300 penjaga perdamaian asal Filipina.

Pasukan itu bagian dari iringan yang diberhentikan pada Rabu (6/3) oleh kelompok bersenjata, yang mengatakan pasukan itu akan ditahan sampai pasukan pemerintah Suriah ditarik dari desa Golan.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara/Reuters
2.259 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ban Kutuk Penahanan Petugas Pemelihara Perdamaian PBB

Iran Tuntut IAEA Beri Alasan Kunjungi Parchin

Akibat Konflik Sabah, Seribu TKI Dirumahkan