Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kematian Chavez Ancam Ekspor Minyak Venezuela

Rabu, 06 Maret 2013, 09:34 WIB
Komentar : 0
Reuters
Rakya Venezuela memegang lilin dalam sebuah upacara untuk mendoakan Presiden Huga Chavez

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Venezuela Hugo Chavez meninggal setelah 14 tahun berkuasa, Selasa (5/3) waktu setempat. Kematiannya dinilai akan mengancam ekspor minyak Venezuela. 

"Kematian Chavez dapat mengakibatkan periode ketidakstabilan politik dan ketidakpastian di Venezuela. Itu bukan hal baik untuk ekspor minyak," ujar Ahli Energi dan Geopolitik dari Universitas California, Amy Myers Jaffe.

Produksi minyak bumi turun tajam saat kepemimpinan Chavez. Produksi minyak menurun dari sekitar 3,4 juta barel per hari ketika dia terpilih. Setelah menurun bertahun-tahun, Venezuela hanya memompa 2,34 juta barel per hari bulan lalu. 

Pemerintah Venezuela memperkirakan produksi minyak lebih tinggi, sekitar tiga juta barel per hari. Namun, mereka dikucilkan di kalangan industri minyak. 

Di tengah penurunan kilang, Venezuela juga mengimpor produk bahan bakar dari Amerika Serikat. Padahal, AS yang menjadi salah satu pembeli ekspor minyak Venezuela. 

Harga minyak naik sedikit yakni sekitar 30 sen per barel dalam satu jam setelah pengumuman kematian Chavez selama malam.

Menurut Jaffe, industri minyak Venezuella mundur selama era Chavez. Padahal Venezuela sangat tergantung pada pendapatan minyak. "Apa pun yang terjadi ke depan, tidak akan ada pemimpin kharistamtik seperti Chaves. Karena itu, mereka harus serius membangun industri minyak," ujarnya. 

Pemimpin IHS bagian energi, Daniel Yergien mengatakan Chavez meninggalkan ekonomi yang lemah. Karena intervensi anggaran, inflasi, dan kekurangan likuiditas. 

"Tanpa kharismanya dan karakter yang kuat, ini tidak jelas bagaimana pengganti Chavez dapat mempertahankan sistem yang dia ciptakan," ujarnya. 

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Mansyur Faqih
2.808 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Amerika Serikat Dukung Rakyat Venezuela

Chavez Meninggal, Ini Reaksi Berbagai Pejabat Dunia

Ini yang Akan Dilakukan Miliuner Venezuela Usai Kematian Chavez