Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pentagon: Pejabat AS Diusir dari Venezuela

Rabu, 06 Maret 2013, 08:09 WIB
Komentar : 0
Reuters/Carlos Garcia Rawlins
Wakil Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon pada Selasa (5/3) menegaskan bahwa seorang pejabat militer Amerika Serikat (AS) diusir dari Venezuela di tengah tuduhan konspirasi oleh Caracas dan kini sedang dalam perjalanan kembali ke negaranya. Pentagon tak yakin Venezuela telah melakukan pengusiran.

"Kami menyadari tuduhan yang dibuat oleh Wakil Presiden Venezuela (Nicolas) Maduro di televisi negara di Caracas, dan dapat mengonfirmasi bahwa Atase Udara kami, Kolonel David Delmonico, kini dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat," kata juru bicara Letnan Kolonel Todd Breasseale dalam satu pernyataan, seperti dilansir AFP.

Pengusiran itu terjadi pada saat Maduro menuduh 'musuh bersejarah' negara itu yang menyebabkan sakit kanker Presiden Hugo Chavez. Maduro menuduh bahwa Delmonico telah mencari pejabat militer aktif Venezuela untuk memperoleh informasi tentang angkatan bersenjata dan mengusulkan sejumlah proyek yang justru menimbulkan kekacauan.

Ia mengatakan, petugas itu diberi waktu 24 jam untuk mengemasi tasnya dan tinggalkan Venezuela. Para pejabat Pentagon mengatakan, kedutaan AS telah menempatkan atase militer di Caracas pada saat Washington sebelumnya telah menjalankan program kerja sama keamanan dengan Venezuela. Itu terjadi sebelum hubungan memburuk di bawah pemerintahan Chavez.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.122 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Iran Siap Jawab Kekhawatiran IAEA

Hemat Anggaran, AS Izinkan Pisau Kecil Dibawa Dalam Pesawat

Presiden Jadi 'Salesman' Pariwisata RI di Berlin