Selasa , 05 Maret 2013, 10:46 WIB

Raksasa Judi Malaysia Berhasil 'Menjajah' Las Vegas

Red: Citra Listya Rini
laman resmi Las Vegas
Las Vegas
Las Vegas

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Raksasa judi Malaysia Genting Group, Senin (4/3) waktu AS atau Selasa (5/3) dini hari WIB, berhasil menjajah Las Vegas dengan membeli sebagian Jalur Kota Judi Dunia itu dari Boyd Gaming Group seharga 350 juta dolar AS atau setara Rp 3,3 triliun dalam bentuk tunai.

Genting akan membangun sebuah kompleks hotel-casino pada areal seluas 35 hektare di atas tanah yang tadinya bakal dibangun Boyd untuk proyek Echelon. Genting bakal membuat Resorts World Las Vegas, sebuah "resort destinasi kelas dunia", dengan jumlah kamar 3.500 dan ruang judi seluas 16.258 meter persegi yang termasuk juga fasilitas konvensi.

Situs itu berada di ujung utara Jalur Las Vegas di mana sisa-sisa proyek tidak selesai menjadi saksi masa-masa sulit di AS ketika aliran uang mengering gara-gara resesi hebat yang menimpa AS.

Pemimpin dan Kepala Eksekutif Genting Group, Lim Kok Thay, didampingi para pejabat negara bagian Nevada termasuk Ketua Mayoritas Senat AS Harry Reid, mengumumkan pembelian potongan kawasan judi Las Vegas ini Senin waktu AS.

"Kami sangat berterima kasih kepada para pemimpin Negara Bagian Nevada, Kabupaten Clark dan Kota Las Vegas yang bergabung bersama kami untuk mengumumkan apa yang akan menjadi satu tambahan yang fantastis untuk destinasi resort top di Amerika Serikat," kata Lim.

Genting mengatakan proses konstruksi dan operasi kompleks itu akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja di Nevada selatan.

Gubernur Nevada, Brian Sandoval, mengatakan kesepakatan itu menunjukkan Jalur Las Vageas itu menarik. "Masuknya salah satu pengembang resort judi utama dunia ke Nevada adalah isyarat fantastis bahwa Las Vegas dan Jalur Las Vegas akan bergerak ke arah yang baik dalam memasuki 2013 dan setelahnya," kata dia.

Boyd Gaming telah menutup permintaan pembelian proyek Echelon. Operator judi yang lagi kesulitan keuangan ini merugi 27,7 juta dolar AS atau Rp 269 miliar pada kuartal keempat tahun lalu, padahal priode sama tahun lalu hanya merugi 2,9 juta dolar AS atau Rp 28 miliar.

Sumber : Antara