Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menari Harlem Shake, 15 Penambang Australia Dipecat

Senin, 04 Maret 2013, 18:28 WIB
Komentar : 0
Youtube
Harlem Shake

REPUBLIKA.CO.ID, PERTH -- Sebanyak 15 penambang emas Australia dipecat akibat mempraktikkan tarian 'Harlem Shake' di penambangan bawah tanah. Seperti dilansir AP, Senin (4/3), tindakan mereka dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan.

Video yang diunggah ke YouTube menunjukkan delapan pria lengkap dengan perlengkapan keselamatan melakukan tarian 'Harlem Shake' di Pertambangan Emas Agnew pekan lalu.  Surat kabar The West Australian mengutip pernyataan seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya yang mengatakan 15 pekerja dipecat. Pekerja yang menonton pembuatan video juga ikut dipecat.

Pemilik tambang Barminco mempertimbangkan faktor keselamatan dan nilai integritas dan keunggulan yang diusung perusahaan. Dalam surat pernyataan, Barminco tidak akan mempekerjakan pekerja yang berpartisipasi dalam tarian tersebut, baik di dalam maupun di luar negeri.

Belum jelas faktor keselamatan macam apa yang dimaksud, mengingat para pekerja memakai helm, meski lima di antaranya tidak memakai baju. Kelimanya melepas baju agar nama Barminco tidak terlihat di video. Barminco yang juga beroperasi di Afrika menolak permintaan wawancara hari ini.

Australia membuka kembali pertambangan yang telah mati. Para pekerja berani mengambil risiko dengan iming-iming gaji besar. Para pekerja yang dipecat memiliki gaji ratusan ribu dolar. Seorang pekerja mengatakan bahwa mereka hanya iseng dan ingin bersenang-senang. Sebuah halaman Facebook dibuat untuk mendukung 15 pekerja. Ada juga yang berkomentar peraturan keselamatan harus dipatuhi.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : AP
3.365 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

AC Mati, Dua Penumpang Qantas Dehidrasi