Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Obama Desak Israel Hengkang dari Tepi Barat

Senin, 04 Maret 2013, 16:49 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Charles Dharapak
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika serikat (AS), Barack Obama, menuntut Otoritas Israel menetapkan jadwal penarikan mundur militer zionis dari wilayah Palestina di Tepi Barat. Tuntutan tersebut menjadi prasyarat dalam kunjungan Obama akhir Maret mendatang.

Sumber di Tel Aviv mengatakan, permintaan tersebut dimintakan Gedung Putih langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Penarikan mundur militer juga akan disertai dengan pengosongan wilayah konflik tersebut dari pendudukan Negara Yahudi.

''Kunjungan Obama bukan lain akan membicarakan Palestina dan Iran,'' kata sumber itu kepada Times of Israel dan dilansir World Tribune, Ahad (3/3).

Obama terjadwal mengunjungi Israel dan Palestina 20 Maret. Lawatan tersebut adalah yang pertama bagi Obama ke kawasan tersebut. Rencana ini menimbulkan spekulasi geopolitik di kawasan. Apalagi kunjungan tersebut juga disertai dengan lawatan Obama ke Masjidil Aqsha.

Sumber ini mengatakan, Israel belum memutuskan untuk memenuhi permintaan Obama tersebut. Akan tetapi dikatakan, Obama bersama kabinetnya sedang mencari inisiatif sesegera mungkin mengatasi persoalan Palestina dan Israel di etape kedua jabatannya.

Dikatakan Obama punya target untuk menyelesaikan pertikaian Palestina - Israel dan kemerdekaan wilayah Palestina pada 2014 mendatang. Obama memberikan umpan senilai 3,1 miliar dolar sebagai bantuan perlengkapan militer Negara Yahudi itu. Bantuan tersebut akan terealisasi tahun ini dengan syarat prioritas membebaskan dan mengakui Palestina sebagai negara.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Dewi Mardiani
12.733 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Apa Dampak 'Arab Spring' ke Pasar Otomotif?

Cina Diprediksi Jor-joran Anggaran Militer