Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bom Mobil Meledak di Pakistan

Senin, 04 Maret 2013, 13:25 WIB
Komentar : 0
Boston.com
Bom Mobil (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Sebuah bom mobil meledak di luar sebuah masjid di Kota Karachi, Pakistan, Ahad (3/3). Akibat pengeboman sedikitnya 37 orang tewas dan 141 orang luka-luka.

Bom meledak di luar sebuah masjid Syiah saat para jamaah selesai shalat malam, dan hendak meninggalan masjid. Daerah itu memang menjadi lingkungan Musim Syiah.

Pejabat tinggi kepolisian Pakistan Shabbir Sheikh mengatakan bahwa sekitar 100 kilogram (220 pon) bahan peledak ditanam di dalam mobil. Seorang pejabat Kolonel Ahmad Pervez, dengan pasukan paramiliter Pakistan yang disebut Rangers mengatakan bahan kimia yang digunakan dalam ledakan terbakar dan menyebar kemudian menghancurkan daerah lokasi ledakan.

Ledakan itu meninggalkan sebuah lubang selebar dua meter dan kedalaman lebih dari satu meter. Beberapa bangunan di dekatnya juga dilalap api. Pria dan wanita menangis, sedangkan ambulans bergegas mencari korban terkubur di puing-puing bangunan yang runtuh.

"Saya berada di rumah ketika mendengar ledakan besar. Ketika saya keluar, saya melihat ada debu di sekitar di jalan-jalan, dan  melihat api," kata warga sekaligus saksi mata Syed Ali Irfat.

Saksi mata lainnya, Mariam Bibi ketika mendengar ledakan, dirinya sedang menonton televisi. "Rumah saya bergetar. Saya berpikir kiamat," ujar Bibi. Dia juga menjadi saksi orang-orang yang terbakar lalu meninggal, dan menangis karena penuh dengan luka.

Pejabat senior Kota, Hashim Raza mengatakan setidaknya 45 orang tewas dan 149 orang luka-luka akibat ledakan itu. Tapi menurut pejabat tinggi pemerintah Taha Farooqi, sedikitnya 37 orang dikonfirmasi tewas, dan 141 lainnya luka.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu. Tapi Pakistan curiga pengeboman itu dilakukan oleh kelompok Suni yang paling terkemuka,yaitu Alqaidah yang berhubungan dengan Lashkar-e-Jhangvi (LeJ). Selama ini, mereka telah memperluas serangan terhadap Syiah. Mereka percaya Syiah bukanlah Muslim.

“Dengan (memiliki) ratusan anggota garis keras, LeJ bertujuan untuk memicu kekerasan sebagai langkah menuju teokrasi,” kata pejabat intelejen Pakistan.

Pejabat itu juga mengatakan mereka bertujuan untuk menyalakan api kekerasan antara Suni-Syiah agar terjadi perang sipil seperti Irak.

Reporter : Rr. Laeny Sulistyawati
Redaktur : Citra Listya Rini
Sumber : AP/Reuters
1.556 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Penyandera Bersenjata Tewas Ditembak Sanderanya

Majelis Kardinal Katolik Mulai Siapkan Pemilihan Paus