Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Proses Panjang Pemilihan Paus Baru Dimulai

Jumat, 01 Maret 2013, 11:27 WIB
Komentar : 0
.worldgreatestsites.com
Kota Vatikan

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Benediktus XVI resmi mundur dari Vatikan, Kamis (28/2) kemarin. Kini, proses panjang pemilihan Paus baru sebagai juru lentera umat Katolik dunia dimulai.

Reuters melaporkan proses pencarian Paus baru dimulai hari ini, Jumat (1/3). Hingga kini belum ada calon kuat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Benediktus.

Terdapat 115 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun sebagai kandidat Paus baru. Secara resmi proses panjang untuk membahas siapa sosok yang pantas menjadi Paus baru akan dilangsungkan pada Senin (4/3) mendatang.

Pemilihan Paus baru juga akan melibatkan jemaat, konsultasi tertutup sebelum konklaf mendiskusikan tantangan masa depan agar manajemen Vatikan lebih baik. Perbaikan citra Vatikan penting untuk menghapus krisis pelecehan seksual yang ada.

"Pembahasan dengan jemaat akan menjadi sangat penting untuk persiapan intelektual," kata Kardinal Boston Sean O'Malley.

Francis George dari Chicago menambahkan nantinya akan disaring daftar calon Paus kategori primer, sekunder dan lain-lain.

Pemilihan Paus baru juga diiringi persiapan rohani yang meliputi untaian doa-doa secara intensif. Direncanakan pemilihan Paus baru berlangsung pada pertengahan Maret.

Jadi tertanggal 24 Maret mendatang, Paus baru diharapkan sudah terpilih dan memimpin perayaan hari suci Paskah bagi umat Katolik dunia.

Redaktur : Citra Listya Rini
6.663 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Renggut 621 Nyawa

Prancis Bertahan di Mali Sampai Juli 2013

Maduro: Chavez Berjuang untuk Hidupnya