Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Skandal Kontrasepsi Guncang Israel

Jumat, 01 Maret 2013, 09:37 WIB
Komentar : 0
aujs.com.au
Bendera Israel

REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Kesehatan Israel akan menyelidiki kenapa suntik kontrasepsi diberikan secara luas pada perempuan imigran asal Ethiopia. Sebuah komite baru akan mempelajari tuduhan bahwa hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi angka kelahiran di komunitas Ethiopia Israel.

Bulan Desember lalu, dokumenter televisi Israel menunjukkan bukti tentang penggunaan obat bernama Depo-Provera. Dokumenter itu mengindikasikan bahwa imigran diberikan injeksi tanpa persetujuan penuh dari mereka. Saat itu para pejabat kesehatan membantah adanya kebijakan tersebut.

Namun, surat kabar Haaretz kini mengutip juru bicara Kementerian Kesehatan dan mengatakan bahwa akan ada "penyelidikan mendalam atas isu ini, meski hal ini pernah ditinjau di masa lalu, untuk memastikan bahwa tidak pernah ada instruksi semacam itu dari lembaga apa pun."

Seorang anggota parlemen Ethiopia-Israel yang baru terpilih, Penina Tamanu-Shata, dari partai terbesar kedua, Yesh Atid, mendesak dilakukannya penyelidikan. Begitu laporan yang dilansir BBC, Jumat (1/3).

Isu itu sangat sensitif di Israel, mengingat populasi Yahudi Ethiopia yang mencapai 120 ribu jiwa terkadang mengeluhkan diskriminasi.

Sejumlah skandal pernah terjadi di masa lalu. Pada 1996, otoritas Israel mengakui mereka diam-diam membuang darah yang didonorkan oleh warga keturunan Ethiopia karena khawatir akan risiko penularan HIV/AIDS.

Pertanyaan kini mengemuka apakah penggunaan suntik kontrasepsi itu berperan dalam menurunnya 50% angka kelahiran di kalangan perempuan imigran Ethiopia di dekade lalu.

Injeksi Depo-Provera, yang diberikan setiap tiga bulan, bukanlah metode kontrasepsi standar di Israel.

Tuduhan bahwa perempuan Ethiopia yang datang ke negara itu mendapat suntikan kontrasepsi tanpa persetujuan mereka dan tanpa mendapat penjelasan mengenai efek sampingnya kini semakin deras.

Beberapa minggu terakhir, Kementerian Kesehatan mengeluarkan himbauan pada ahli ginekologi untuk "tidak memperbaharui resep Depo-Provera bagi perempuan Ethiopia untuk alasan apa pun jika ada kekhawatiran bahwa mereka mungkin tidak mengerti dampak perawatan ini secara keseluruhan."

Redaktur : Citra Listya Rini
1.954 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda