Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Produk Daging Kuda Ditemukan di Rusia

Kamis, 28 Februari 2013, 10:34 WIB
Komentar : 0
telegraph.co.uk
Daging dan produk daging olahan yang diduga mengandung daging kuda.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia menyatakan telah menemukan daging kuda dalam sosis babi yang diimpor dari Austria. Sebelumnya, produk daging kuda berlabel daging sapi ditemukan di sejumlah negara Eropa.

"Tes dari pengapalan sosis ditemukan DNA kuda, ayam, sapi ternak, dan kedelai," ungkap pengawas pertanian Rusia, Rosselkhoznadzor dalam pernyataan yang dilansir PressTV.

Sosis yang berlabel babi, lemak, dan bahan lain tersebut tidak menyebutkan daging kuda dan ayam. Sosis tersebut datang dua hari sebelumnya dari Austria. "Kapal mengangkut hingga 20 ton sosis, " ungkapnya. Perusahaan pemasok sosis tersebut mengekspor daging ke Rusia, Kazakhstan, dan Belarus. "Ini merupakan kesalahan produk impor, hal yang sama terjadi di Uni Eropa, " ujarnya.

Daging kuda pertama kali dideteksi dalam makanan beku dan burger di Inggris dan Irlandia bulan lalu. Setelah itu, produk daging kuda ditemukan di sejumlah produk daging sapi.

Pada 9 Februari, Menteri Urusan Pangan Prancis, Benoit Hamon, mengatakan daging kuda berasal dari Rumania, meski berhubungan dengan perusahaan di Prancis, Belanda, Siprus dan Luxemburg. Rumania membantah hal tersebut. "Semua produk daging kuda dari perusahaan Rumania yang dipasarkan di Uni Eropa sudah berlabel benar, " ungkap Menteri Pertanian Rumania, Daniel Constantin.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Dewi Mardiani
1.483 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Jaringan Alqaidah Yaman Bebaskan Sanderanya

DK-PBB Minta Pasukan Perdamaian di Mali