Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menlu AS-Rusia Bahas Krisis Suriah

Kamis, 28 Februari 2013, 01:03 WIB
Komentar : 0
AP PHOTO
Menlu AS, John Kerry

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pembicaraan pertama mereka pada Selasa (26/2) di Ibu Kota Jerman, Berlin. Masalah yang dibahas adalah krisis di suriah.

"Pembahasan kerja itu yang benar-benar serius dan berat berlangsung selama satu jam-45 menit. Selama itu, kedua diplomat senior tersebut menghabiskan separuh waktu mereka untuk membahas konflik di Suriah," kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland, seperti dilansir Xinhua, Rabu (27/2).

Lavrov memberitahu wartawan Rusia setelah pertemuan itu bahwa pembicaraannya dengan Kerry sangat konstruktif. Ia menambahkan, "Rasanya pemerintah kedua (Presiden AS) Barack Obama akan bermaksud memainkan peran lebih konstruktif ketika sampai pada agenda kebijakan luar negerinya, yang dipimpin oleh John Kerry."

Lavrov juga mengatakan kedua pihak menegaskan kembali keinginan untuk melakukan apa yang dapat mereka kerjakan guna menciptakan kondisi bagi awal secepatnya dialog antara Pemerintah Suriah dan oposisi.

Suriah telah menghadapi kerusuhan hampir dua tahun; ribuan orang tewas dan cedera. Kepala lembaga hak asasi manusia PBB Navi Pillay telah menyebutkan jumlah korban jiwa akibat konflik 23 bulan di Suriah hampir 70 ribu orang.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
3.469 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda