Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Meski Krisis, Penjualan Cerutu Kuba di Spanyol Meningkat

Rabu, 27 Februari 2013, 09:00 WIB
Komentar : 0
Antara/Seno S
Rokok cerutu (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Krisis ekonomi ternyata tidak menghambat seseorang untuk merokok. Sebagai contoh, penjualan cerutu Kuba terus mengalami peningkatan. Termasuk pelanggan nomor wahid perseroan, Spanyol.

Penjualan cerutu Kuba per akhir tahun lalu mencapai 416 juta dolar AS atau setara Rp 4,03 triliun. Nilai ini mengingkat tipis bila dibandingkan 2011, 401 dolar AS.

Dilansir laman Reuters, Rabu (27/2), pejabat Kuba mengungkapkan Spanyol masih menjadi importir cerutu Kuba terbesar. Meskipun negara tersebut tengah dilanda krisis ekonomi. 

Selain itu Cina juga menjadi importir terbesar ketiga cerutu Kuba dan menjadi pasar penting. Sementara itu Washington telah melarang cerutu Kuba sejak 51 tahun lalu.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Mansyur Faqih
2.369 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Negara Barat Tunggu Respons Iran Soal Nuklir

Pengusaha Australia Buat Replika Titanic

Arkansas Izinkan Dosen Bawa Senjata di Kampus