Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Uni Eropa Desak Iran Luwes Soal Nuklir

Selasa, 26 Februari 2013, 22:40 WIB
Komentar : 0
telegraph.co.uk
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, ALMATY -- Uni Eropa berharap Iran memperlihatkan keluwesan dalam pembicaraan mengenai nuklir di Almaty mendatang.

"Kami telah memberi usul. Sekarang kami menunggu reaksi Iran mengenai itu," kata Juru Bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, Michael Mann, kepada Xinhua, Selasa (26/2).

Pembicaraan tersebut dihadiri oleh wakil Iran, Uni Eropa dan apa yang disebut kelompok P5+1. Yaitu, Amerika Serikat, Inggris, Cina, Prancis, Rusia ditambah Jerman.

"Semuanya telah bergerak, kemajuan telah dicapai. Namun, kami benar-benar berharap melihat Iran memperlihatkan keluwesan dan kemudian kami dapat bergerak maju," kata Mann.

Uni Eropa menduga tak ada kesepakatan yang dicapai. Meski pun begitu, mereka menyatakan akan tetap berupaya untuk mendesak Iran. 

"Kami berada di sini bukan cuma untuk berbicara demi pembicaraan," ujarnya.

Pembicaraan tersebut diperkirakan berlangsung selama dua hari.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
3.239 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Skandal Daging Kuda Sentuh Hongaria

Jerman Selidiki Kemungkinan Penipuan Telur Organik