Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Facebook Diminta Tutup Akun Sandy Hook

Selasa, 26 Februari 2013, 07:23 WIB
Komentar : 0
AFP
Facebook. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CONNECTICUT -- Para anggota dewan di Connecticut Senin (25/2) mendesak Facebook segera menghapus halaman penipuan yang mengatasnamakan korban Sandy Hook. Saat ini banyak akun di Facebook tentang tragedi penembakan masal di sekolah dasar tersebut.

Tragedi penembakan yang dilakukan pria bernama Adam Lanza (20 tahun) tersebut terjadi akhir tahun lalu dan menewaskan 26 orang siswa SD dan beberapa guru di Newton, Connecticut. Sayangnya, hal ini dimanfaatkan beberapa pihak tidak bertanggung jawab.

Seorang wanita di New York beberapa waktu lalu ditangkap karena menyamar sebagai kerabat korban penembakan dan meminta dana di media sosial.

Sejumlah anggota dewan di Connecticut seperti senator Richard Blumenthal, senator Chris Murphy, dan Elizabeth Esty, telah menulis surat kepada pendiri Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah joint-letter.

Mereka meminta Facebook menghapus halaman yang melanggar privasi keluarga yang berduka, mencari keuntungan finansial melalui meminta sumbangan dengan alasan palsu, atau menghasilkan 'like’ Facebook untuk tujuan pemasaran.

Facebook telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menerima keluhan tersebut dan sedang memprosesnya.

“Pada beberapa bulan terakhir, tim kami sedang bertindak untuk menyingkirkan halaman yang berhubungan dengan kasus tersebut yang bukan dari kerabat korban. Kami akan terus waspada," kata Facebook lewat pernyataan resminya

Reporter : Ilhami Rizqy Asyha
Redaktur : Fernan Rahadi
1.748 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

India Tahan Pria atas Dugaan Agen Mata-Mata Paksitan

Presiden Myanmar Tur Keliling Eropa Pertama Kali