Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pedagang Korsel Boikot Produk Jepang

Senin, 25 Februari 2013, 15:41 WIB
Komentar : 0
REUTERS
Bendera Jepang dan Bendera Korsel.Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pedagang/wiraswasta Korea Selatan menyatakan berencana memboikot produk Jepang untuk memrotes klaim Tokyo atas pulau yang dikendalikan oleh Korea Selatan.

"Boikot tersebut menunjukkan tekad pedagang melindungi Dokdo," kata Oh Ho Seok, kepala Organisasi Pertokoan Lokal seperti dikutip kantor berita Yonhap, Senin (25/2). Dokdo adalah nama Korea untuk pulau dikenal sebagai Takeshima di Jepang.

Organisasi-organisasi seperti Federasi Masyarakat Ekonomi-mendiri Profesional, Aliansi Perilaku Kewarganegaraan Pemilih dan Organisasi Pertokoan Lokal, yang memiliki enam juta anggota gabungan, mengatakan mereka akan memilih untuk tidak membeli atau menjual produk-produk Jepang mulai Jumat.

Sebelumnya, Jepang pada Jumat menyelenggarakan rapat tahunan menyangkut klaim sejumlah pulau kecil yang dikuasai Korea Selatan, yang menjadi pusat sengketa wilayah yang telah berlangsung lama.

Sekitar 500 orang datang ke lokasi pertemuan di prefektur Shimane, Jepang barat termasuk pejabat tinggi pemerintah Jepang bahkan hadir dan para politisi lokal dan nasional.

Korsel, yang mendesak Tokyo membatalkan rapat itu, mengecam dan ratusan aktivis meneriakkan yel-yel anti-Jepang berdemonstrasi di luar kedutaan besar Jepang di Seoul.

Tokyo menyebut kepulauan di Laut Jepang (Laut Timur) itu sebagai Takeshima sementara Korsel menamakannya Dokdo.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.088 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Presiden Kuba Segera Mundur dari Jabatannya