Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Israel Siapkan RS untuk Suriah, tapi Tetap Gempur Palestina

Minggu, 24 Februari 2013, 07:08 WIB
Komentar : 0
Panoramio.com
Zionisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Israel berencana membangun sebuah rumah sakit darurat di dekat perbatasan dengan Suriah di Dataran Tinggi Golan untuk mengobati rakyat Suriah yang terluka dan berusaha masuk ke Palestina.

Dua hari yang lalu, untuk pertama kalinya serdadu Israel mengevakuasi tujuh orang pengungsi Suriah, demikian dilaporkan oleh Channel 10. Menurut stasiun televisi Israel itu, rencananya rumah sakit darurat itu akan didirikan di dekat perbatasan dengan Quneitra. Diharapkan, dengan adanya rumah sakit lapangan itu, kalau ada warga Suriah yang mengungsi bisa ditampung di situ saja. Tidak perlu dievakuasi ke dalam kawasan Palestina yang dijajah Israel.

Pihak militer Israel memperkirakan, sesudah dievakuasinya ketujuh warga Suriah itu, akan lebih banyak pengungsi yang datang. Secara resmi pihak militer Israel tidak mengeluarkan pernyataan tentang rencana tersebut.

Pada pertemuan kabinet mingguan Ahad, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya tidak akan membuka perbatasannya untuk para pengungsi Suriah. “Kami melihat pertempuran kemarin di perbatasan kami. Kami akan terus melindungi perbatasan kami dan mencegah orang-orang masuk, kecuali utuk individu dengan kasus spesifik. Setiap orang akan dipertimbangkan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Channel 10 ketujuh orang warga Suriah yang dievakuasi itu telah dibawa ke RS Sieff dengan ambulan militer.

 

Redaktur : Endah Hapsari
2.176 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda