Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Serangan Pesawat AS Tewaskan Ribuan Orang di Pakistan

Jumat, 22 Februari 2013, 01:19 WIB
Komentar : 1
Reuters
Puing-puing sebuah rumah yang hancur oleh roket yang ditembakkan pesawat tanpa awak di daerah kesukuan Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebanyak 4.700 orang, termasuk penduduk sipil tewas dalam serangan bom pesawat Amerika Serikat tanpa awak, kata seorang senator AS yang dikutip media lokal, Rabu (20/2).

Ini adalah pertama kali seorang anggota parlemen atau pejabat pemerintah menyebut jumlah seluruh korban jiwa akibat serangan-serangan pesawat itu. Hal itu dikutuk kelompok-kelompok hak asasi manusia sebagai pembunuhan-pembunuhan di luar hukum.

Jumlah korban dari ratusan serangan peluru kendali yang dilakukan pesawat tanpa awak itu terhadap gerilyawan Alqaidah di Pakistan, Yaman, dan di tempat-tempat lain tetap tidak diketahui. Sementara menurut laporan AFP, Kamis (21/2), para pejabat AS menolak membicarakan secara terbuka rincian dari serangan-serangan itu.

Meski demikian, senator dari partai Republik Lindsey Graham, pendukung kuat serangan pesawat mata-mata itu, secara terbuka menyebut jumlahnya yang melebihi dari beberapa perkiraan mengenai korban jiwa. "Kita telah membunuh 4.700 orang," kata Graham yang dikutip oleh Easley Patch, satu laman lokal meliput kota kecil Easley di South Carolina.

New America Foundation yang bermarkas di Washington mengatakan ada 350 serangan pesawat mata-mata AS sejak tahun 2004, sebagian besar selama pemerintah Presiden Barack Obama. Yayasan Amerika itu memperkirakan jumlah korban tewas antara 1.963 dan 3.293, dengan 261 sampai 305 warga sipil.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
3.227 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  muzawir Rabu, 27 Februari 2013, 08:41
inilah kebebasan negeri paman sam.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...