Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Cina: Tuduhan AS Soal Peretasan Kekurangan Bukti

Rabu, 20 Februari 2013, 21:37 WIB
Komentar : 0
peretas

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tuduhan perusahaan keamanan komputer Amerika Serikat (AS) bahwa satuan rahasia militer Cina berada di belakang serangan peretas adalah tuduhan yang cacat secara ilmiah. Karena itu, menurut Kementerian Pertahanan Cina, tudingan AS itu tak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, perusahaan keamanan Mandiant, mengidentifikasi Unit 61398 dari Angkatan Pembebasan Rakyat (PLA) sebagai pihak yang berada di belakang peretasan yang menargetkan perusahaan-perusahaan di berbagai bidang di Amerika, Kanada, dan Inggris. Informasi yang dicuri beragam, mulai dari merger, akuisisi, sampai surat elektronik pejabat senior.

"Laporan Mandiant hanya menggunakan alamat IP untuk menyimpulkan bahwa peretas berasal dari Cina, laporan tersebut kekurangan bukti teknis," kata kementerian dalam pernyataannya yang dilansir Reuters, Rabu (20/2).

"Tidak ada bukti legal yang mendukung kesimpulan laporan yang dengan gegabah menyamakan pengumpulan informasi secara 'online' dengan aktivitas mata-mata melalui internet," tambahnya.

Unit 61398 berlokasi di distrik Pudong, Shanghai, dan mempekerjakan ribuan orang yang mahir berbahasa Inggris serta pemrograman komputer dan pemahaman yang dalam atas operasi jaringan internet, kata Mandiant. Menurut perusahaan tersebut, Unit 61398 telah mencuri ratusan terabit data dari setidaknya 141 organisasi yang bergerak di berbagai bidang sejak tahun 2006.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
1.583 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...