Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Panel Senat Sepakat Hagel Jadi Menhan AS

Rabu, 13 Februari 2013, 06:45 WIB
Komentar : 0
AP
Chuck Hagel

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Panel Senat Amerika Serikat (AS), Selasa (13/2), menyetujui Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan yang baru di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

Dengan demikian, pencalonan Hagel bergerak maju untuk mendapatkan persetujuan di tingkat berikutnya, yaitu Senat secara keseluruhan, untuk mendapatkan pengukuhan sebagai menteri pertahanan melalui mekanisme pemungutan suara. Kegiatan itu kemungkinan berlangsung pekan ini.

Komite Angkatan Bersenjata Senat dalam pemungutan suara mereka menghasilkan suara dukungan 14 berbading 11 bagi pencalonan Hagel. Dia adalah mantan senator Republik dari Nebraska yang digadang-gadang untuk menggantikan Leon Panetta sebagai pemimpin Pentagon.

Senator Republik dari Louisiana, David Vitter, tidak memberikan suaranya ataupun meninggalkan pesan apapun. Namun suara yang ia punyai tetap tidak mengubah hasil pemungutan.

Pencalonan Hagel (66 tahun) diwarnai dengan keberatan dari sejumlah anggota Senat sesama anggota Partai Republik, yang mempertanyakan apakah ia cukup suportif terhadap Israel dan keras terhadap Iran.

Ketua komite, Senator Carl Levin dari Demokrat, mengatakan kepada para wartawan bahwa ia berharap pemungutan suara di tingkat Senat akan berlangsung pada akhir pekan ini. Kendati demikian, ia mengatakan hari pemungutan suara bisa bergeser jika kubu Republik menggunakan prosedur untuk melakukan penundaan.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara/Reuters
1.460 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda