Selasa , 12 February 2013, 17:56 WIB

Korea Utara Akui Berhasil Uji Coba Bom Nuklir

Rep: Nur Aini/ Red: Dewi Mardiani
AFP
Rudal Korut yang diluncurkan pada 2009
Rudal Korut yang diluncurkan pada 2009

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan dengan Korea Utara (Korut) untuk membahas aktivitas nuklir. Hal itu dilakukan setelah Pyongyang mengonfirmasi telah sukses melakukan uji coba bom atom bawah tanah yang ketiga.

"Uji coba nuklir ketiga telah sukses dilaksanakan," ujar pernyataan dari kantor berita Korut (KCNA) seperti dikutip PressTV, Selasa (12/2).

Mereka menyatakan, uji coba nuklir dilakukan dengan dalam skala kecil. Tes itu juga diakui aman dan dengan cara yang sempurna. "Uji coba nuklir dilakukan sebagai bagian untuk melindungi keamanan nasional dan kedaulatan melawan permusuhan Amerika Serikat yang melanggar hak kami untuk meluncurkan satelit, " ungkap pernyataan KCNA.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Amerika Serikat, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang mendeteksi aktivitas seismik di Korea Utara. Aktivitas tersebut kemungkinan terjadi karena ledakan nuklir.

Diplomat PBB mengatakan, 15 negara anggota dewan keamanan akan bertemu di New York, Selasa ini, untuk membahas kondisi darurat terkait tes nuklir Korut. Tes nuklir Korut tersebut pun langsung mendapat kecaman dari berbagai negara.

Sekjen PBB, Ban Ki-Moon mengecam langkah yang menentang tekanan internasional agar Korut menahan diri untuk melakukan uji coba. "Sekjen PBB mengecam tes senjata nuklir bawah tanah yang dilakukan Korut hari ini, " ujar juru bicara sekjen, Martin Nesirky.

Amerika Serikat, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang juga mengumumkan kecaman serupa. Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir dua kali sebelumnya yakni pada 9 Oktober 2006 dan 25 Mei 2009. Pyongyang sebelumnya mendapat sanksi dari PBB karena meluncurkan roket pada 2012.