Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tayangkan Film Anti-Islam,YouTube Dilarang di Mesir

Minggu, 10 Februari 2013, 06:21 WIB
Komentar : 0
hollywoodreporter.com
Cuplikan film Innocence of Muslims.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pengadilan di Mesir memerintahkan pelarangan terhadap akses situs berbagi video YouTube selama sebulan.

Kantor berita MENA melaporkan langkah itu diambil karena YouTube menolak menghapus film kontroversial yang menghina Nabi Muhammad SAW, The Innocence of Islam.

Pelarangan tersebut juga berlaku bagi situs yang menyediakan akses terhadap film berdurasi 13 menit itu. Kementerian Komunikasi dan Investigasi Mesir akan menghentikan akses terhadap YouTube.

Tuntutan hukum terhadap situs milik Google tercatat pada September 2012. Tuntutan dilayangkan oleh pengacara Mesir Hamed Salem. "Jika kita tidak menghentikan video ini, mereka hanya akan muncul lebih sering. Padahal mereka (YouTube) tidak melarang video apapun yang menghina Yahudi," ujar Salem kepada Ahram Online September tahun lalu.

Video antiIslam yang dibuat di Amerika itu telah memicu gelombang protes besar-besaran di Mesir, Libya dan negara Muslim lainnya pada September. Pengadilan mengaku hanya menindaklanjuti laporan tanpa penjelasan lebih lanjut.

"YouTube bersikeras menayangkan film yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW dan tidak menghormati kepercayaan jutaan rakyat Mesir. YouTube juga dianggap tidak mengindahkan kemarahan kaum Muslim," tulis pengadilan dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Alarabiya, Sabtu (9/2). 

Otoritas Telekomunikasi Nasional Mesir mengatakan akan segera melaksanakan perintah pengadilan begitu salinan putusan diterima. Sejauh ini Google dan  YouTube belum memberikan komentar.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
4.657 reads
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...