Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Palestina Berharap Kunjungan Obama Memulai Kebijakan Baru

Rabu, 06 Februari 2013, 23:16 WIB
Komentar : 0
Presiden Palestina Mahmud Abbas

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina, Mahmud Abbas, berharap kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menandai dimulainya kebijakan baru AS di kawasan Timur Tengah, kata juru bicara pada Rabu (6/2)
.
"Presiden Mahmud Abbas menyambut kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Palestina," kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara kepresidenan Palestina kepada AFP.

"Kami berharap bahwa kunjungan Presiden Obama ke kawasan itu adalah awal dari satu kebijakan baru AS yang akan mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka di tanah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967, sesuai dengan resolusi internasional," kata Abu Rudeina dari Kairo.

Gedung Putih mengumumkan pada Selasa bahwa Obama akan melakukan kunjungan pertamanya sebagai presiden ke Israel, wilayah Palestina dan Yordania di musim semi, setelah kunjungan yang direncanakan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

Baik Israel maupun Palestina secara teoritis telah berkomitmen untuk menuju "solusi dua-negara," hidup berdampingan secara damai dalam batas-batas yang disepakati.

Warga Palestina mengatakan mereka tidak akan kembali ke perundingan, sementara Yahudi terus membangun permukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Sementara itu Israel mengatakan tidak akan mengadakan pembicaraan jika Palestina tidak melepas prasyaratnya itu.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
3.016 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda